SMK Negeri 2 Purwokerto Gelar Pesantren Ramadhan 2026, Perkuat Karakter Spiritual dan Disiplin Siswa

SMK Negeri 2 Purwokerto Gelar Pesantren Ramadhan 2026, Perkuat Karakter Spiritual dan Disiplin Siswa

 

Purwokerto, 25 Februari 2026 — SMK Negeri 2 Purwokerto menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadhan 2026 yang berlangsung sejak Selasa, 24 Februari 2026 hingga Rabu, 11 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan karakter religius siswa selama bulan suci Ramadhan.

Selama pelaksanaan Pesantren Ramadhan, sekolah menerapkan pembiasaan positif yang dilakukan secara konsisten setiap hari. Salah satu program utama adalah tadarus Al-Qur’an bersama setiap pagi pukul 07.30–08.00 WIB, yang diikuti seluruh siswa. Pembiasaan ini bertujuan menanamkan kedisiplinan, kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta membangun suasana spiritual yang kondusif sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.

Kepala SMK Negeri 2 Purwokerto, Drs. Witoto, dalam keterangannya menyampaikan bahwa Pesantren Ramadhan bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi merupakan proses pembentukan karakter yang terstruktur.

“Kami ingin Ramadhan menjadi momentum pembinaan akhlak, kedisiplinan, serta integritas siswa. Pendidikan vokasi harus berjalan seimbang dengan penguatan spiritual,” ungkapnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Isnandar ZF, S.Pd.I, menambahkan bahwa program ini dirancang tidak hanya memperdalam pemahaman keagamaan, tetapi juga membangun tanggung jawab dan pengendalian diri siswa.

Rangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan meliputi:

  • Tadarus Al-Qur’an dan kultum pagi

  • Infaq masjid sebagai bentuk pembiasaan kepedulian sosial

  • Sholat Dhuha berjamaah

  • Tahsin Al-Qur’an

  • Kajian Fiqih Thaharah

  • Sholat Dzuhur berjamaah

  • Pembagian kelompok tadarus dengan target khatam 30 juz

  • Pelaksanaan tadarus terstruktur hingga siang hari

Kegiatan kajian dan pendalaman materi keislaman dipandu oleh guru agama, Drs. Miftahuddin, yang dalam salah satu tausiyahnya menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu umum.

“Ilmu agama membentuk akhlak dan arah hidup, sedangkan ilmu umum menjadi alat untuk membangun peradaban. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Siswa SMK harus unggul secara kompetensi sekaligus kuat secara spiritual,” tegasnya.

Selain penguatan materi keislaman, Pesantren Ramadhan juga menerapkan sistem kedisiplinan seperti presensi terstruktur, pengumpulan telepon genggam selama kegiatan, serta pengkondisian siswa hingga waktu kepulangan. Hal ini dilakukan agar suasana kegiatan tetap fokus dan khidmat.

Melalui Pesantren Ramadhan 2026, SMK Negeri 2 Purwokerto berharap siswa tidak hanya mengalami peningkatan pemahaman keagamaan, tetapi juga mengalami perubahan sikap, kedisiplinan, serta tumbuhnya karakter yang lebih matang dan bertanggung jawab.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *